Konfigurasi WEB SERVER dengan NGINX
NGINX merupakan kependekan dari eNgine X adalah salah satu kompetitor web server Apache yang saat ini merajai dunia Web.
Kali Ini Kita akan melakukan setup dan konfigurasi web server dengan NGINX.Berikut ini Langkah-Langkah nya:
1.Install Nginx Web Server dengan masukkan perintah:
root@Linux-Server:~#apt-get install nginx -y
2.Edit file konfigurasi Nginx dengan membuka file/etc/nginx/sites-enabled/default
root@Linux-Server:~#cp /etc/nginx/sites-enabled/defaut/root
root@Linux-Server:~#nano /etc/nginx/sites-enabled/defaut/
edit pada bagian baris kode server { menjadi sebagai berikut.
3.Keluar dan simpan file konfigurasi tersebut,buatlah direktori kosong /home/web
root@Linux-Server:~#mkdir /home/web
4.Buatlah halaman indeks web pada direktori tersebut dengan nama index.html.
root@Linux-Server:~#nano /home/web/index.html
root@Linux-Server:~#mkdir /home/web
4.Buatlah halaman indeks web pada direktori tersebut dengan nama index.html.
root@Linux-Server:~#nano /home/web/index.html
5.Restart Server Nginx root@Linux-Server:~#/etc/init.d/nginx restart
6.Periksa Status service server Nginx telah berjalan dengan baik. root@Linux-Server:~#/etc/init.d/nginx status
7.Setelah itu periksa tampilan web dengan aplikasi lynx pada lokal mesin server dilanjutkan dengan memanggil alamat URL pada web browser komputer klien
8.Tahap berikutnya adalah melakukan konfigurasi perubahan port akses web server NGINX dari 80 menjadi 2000 dan membuat prosedur web authentification.
9.Edit file konfigurasi NGINX.
root@Linux-Server:~#nano /etc/nginx/sites-enabled/ default
Ubah default port 80 menjadi 2000 di bawah baris kode server { dan tambahkan kode auth_basic dengan detail kode sebagai berikut.
Buatlah file/etc/nginx/htpasswd yang menyimpan detail akun untuk dapat melakukan autentikasi web.
root@Linux-Server:~#htpasswd -c /etc/nginx/.htpasswd smkbisa
11.Buat aturan firewall yang mengarahkan akses web menuju port 80 di-redirect-kan ke port 2000 menggunakan iptables. root@Linux-Server:~#iptables -t nat -A PREROUTING -d
192.168.56.20 -p tcp --dport 80 -j DNAT --to-port 2000
12.Sebenarnya, konfigurasi iptables tersebut sudah bekerja secara aktif, agar secara otomatis bekerja ketika mesin reboot maka perlu disimpan ke dalam sebuah file. Secara default Debian 9 tidak memiliki file /etc/rc.local seperti versi sebelumnya sehingga perlu disimpan dalam file iptables.save
root@Linux-Server:~#iptables-save > /etc/iptables.save
13.Tambahkan baris kode pre-up iptables-restore < /etc/
iptables.save pada bagian paling akhir file /etc/network/interfaces
agar file iptables.save di-load saat mesin booting.
root@Linux-Server:~#nano /etc/network/interfaces
Restart Service Nginx dengan perintah /etc/init.d/nginx restart kemudian uji status layanannya sudah bekerja dengan baik atau belum dengan perintah/etc/init.d/nginx status192.168.56.20 -p tcp --dport 80 -j DNAT --to-port 2000
12.Sebenarnya, konfigurasi iptables tersebut sudah bekerja secara aktif, agar secara otomatis bekerja ketika mesin reboot maka perlu disimpan ke dalam sebuah file. Secara default Debian 9 tidak memiliki file /etc/rc.local seperti versi sebelumnya sehingga perlu disimpan dalam file iptables.save
root@Linux-Server:~#iptables-save > /etc/iptables.save
13.Tambahkan baris kode pre-up iptables-restore < /etc/
iptables.save pada bagian paling akhir file /etc/network/interfaces
agar file iptables.save di-load saat mesin booting.
root@Linux-Server:~#nano /etc/network/interfaces
Tahap terakhir adalah melakukan pengujian web server dengan NGINX menggunakan web browser komputer klien
SUMBER:Buku Paket ADMINISTRASI SISTEM JARINGAN Penerbit Erlangga
Comments
Post a Comment